- Sate Petir Pak Nano: Disambar Sate Petir Racikan Pak Nano yang Bikin Ketar-ketir
- Sagoo Kitchen: Gurih Mantap! Nasi Goreng Kunyit Ayam Bledos di Resto Jadoel
- Melewati Garut? Jangan Lupa Makan Enak Dulu di 5 Tempat Ini
- Hotel Indonesia Natour Raih Penghargaan dari ITTA Foundation
- Beda Tahu Petis Bandung yang Dicicip Jokowi dengan Tahu Petis Semarang
- Redjeki Kuliner: Malas Masak? Pesan Saja Ayam Goreng dan Sayur Lodeh Enak Ini
- Sumber Bestik Pak Darmo: Empuk Gurih Bestik Lidah yang Menggoyang Lidah
- Waroeng Keroepoek : Menikmati Wedang Bergaya Kekinian di 'Cafedangan'
Tirta Waduk Cacaban
- Kabupaten Banjarnegara
- Kabupaten Banyumas
- Kabupaten Batang
- Kabupaten Blora
- Kabupaten Boyolali
- Kabupaten Brebes
- Kabupaten Cilacap
- Kabupaten Demak
- Kabupaten Grobogan
- Kabupaten Jepara
- Kabupaten Karanganyar
- Kabupaten Kebumen
- Kabupaten Kendal
- Kabupaten Klaten
- Kabupaten Kudus
- Kabupaten Magelang
- Kabupaten Pati
- Kabupaten Pekalongan
- Kabupaten Pemalang
- Kabupaten Purbalingga
- Kabupaten Purworejo
- Kabupaten Rembang
- Kabupaten Semarang
- Kabupaten Sragen
- Kabupaten Sukoharjo
- Kabupaten Tegal
- Kabupaten Temanggung
- Kabupaten Wonogiri
- Kabupaten Wonosobo
- Kota Magelang
- Kota Pekalongan
- Kota Salatiga
- Kota Semarang
- kota Solo
- Kota Surakarta
- Kota Tegal
Objek wisata Tirta Waduk Cacaban terletak pada koordinat (299368, 9231628) UTM dan pada ketinggian 41 mdpl, merupakan waduk pertama dibangun oleh pemerintah RI setelah Indonesia merdeka. Berada di dekat ibukota Kabupaten Tegal yaitu dekat dengan kota Slawi. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Presiden RI Ir. Dr. Soekarno pada tanggal 16 September 1952 dan diresmikan oleh pejabat Presiden RI Mr. Sartono. Waduk Cacaban saat ini bertambah fungsinya sebagai tempat rekreasi tirta yang cukup menarik.
Daya tarik yang ada antara lain para wisatawan dapat menikmati panorama yang indah berlatar belakang hutan dan pegunungan sambil berdayung dengan perahu dan mengail ikan. Wisatawan dapat pula menikmati suasana santai, dengan jalan-jalan diatas bendungan ataupun dapat mengelilingi waduk dengan kapal motor. Tempat ini tidak terlalu jauh dari Slawi kurang lebih 9 km ke arah timur tepatnya di desa Karanganyar kecamatan Kedungbanteng, sehingga dapat dijadikan salah satu alternatif makanan khasnya adalah aneka ikan air tawar yang setiap saat tersedia.
Dapat ditempuh dengan kendaraan umum seperti angkutan jurusan Slawi – Cacaban, bus, dan mobil pribadi. Wisatawan yang datang dari kalangan pelajar dan umum. Dari kalangan pelajar biasanya mereka datang mendirikan tenda untuk bermalam di Bumi Perkemahan sedangkan dari kalangan umum biasanya datang untuk memancing dan menikmati pemandangan yang indah.
Sumber : http://digilib.unnes.ac.id

Provinsi
